This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 16 Desember 2011

" KADAKE " COLLECTION Created by Musli Anwar

"KADAKE" T-SHIRT khas Tana Luwu T-SHIRT Oleh : Musly Anwar




Miliki koleksi "KADAKE" sebagai wujud kepedulian terhadap 

produk lokal khas Tanah Luwu


Kalau sudah miliki koleksi "KADAKE" 

dijamin tidak "KADAKE" lagi...!!!


Yang pake koleksi "KADAKE" berarti dia tidak 

"KADAKE"...!!!











































































Yang belum pake koleksi "KADAKE" berarti dia butuh

"KADAKE"...!!!













Kamis, 15 Desember 2011

Sulsel Target Wisman Capai 100.000


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel resmi meluncurkan program gebyar promosi pariwisata Sulsel, Selasa (16/3). Program tersebut merupakan pembuka pelaksanaan Visit South Sulawesi 2012, yang ditargetkan mampu menarik wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 100.000 orang ke Sulsel. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel,M Suaib Malombassi mengatakan, untuk menyambut tahun kunjungan ke Sulsel pada 2012, Pemprov akan melakukan promosi intensif di dalam dan luar negeri.Pelaksanaan promosi tersebut juga ditunjang adanya event wisata sepanjang tahun yang diselenggarakan kabupaten/kota di Sulsel. “Saat ini terdapat sekitar 20 kabupaten/- kota yang telah menyiapkan event tahunan.” 

”Dengan demikian,eventwisata tersebut dapat menjaga kontinuitas kunjungan wisatawan,” katanya kepada harian Seputar Indonesia (SI) di Makassar,kemarin. Menurut dia,hingga 2012,akan digunakan Pemprov Sulsel untuk mempersiapkan potensi yang ada agar tahun kunjungan tersebut dapat berhasil dan menarik wisatawan ke Sulsel. Dia menjelaskan, pada akhir 2009,jumlah kunjungan wisman ke Sulsel hanya di kisaran 45.000 orang dengan lama tinggal sekitar empat hari. 

Dengan berbagai event yang akan diselenggarakan di tingkat kabupaten/ kota, ditargetkan jumlah wisman ke Sulsel dapat naik antara 50% hingga 60% setiap tahun. “Untuk kunjungan wisnus dengan kondisi infrastruktur bandara, jalan,dan hotel yang baik,pelaksanaan MICE tetap akan menjadi daya tarik utama dan dari tahun ke tahun jumlahnya cenderung meningkat,” tuturnya. 

Bahkan, dengan infrastruktur yang menunjang tersebut,dia optimistis Sulsel akan lebih baik sebagai daerah destinasi wisata dan pelaksanaan MICE dibandingkan Manado, Sulawesi Utara. Dua unggulan wisata utama adalah pelaksanaan Lovely December, dengan jualan utama wisata di Kabupaten Tana Toraja (Tator),dan Takabonerate di Kabupaten Selayar. 

Secara rinci, dia mengungkapkan, sepanjang tahun terdapat event wisata, seperti Visit Losari di Kota Makassar,Festival Buntu Kalomong di Enrekang, Festival Sop Saudara di Kabupaten Pangkep, Maccera Toppareng di Sidrap,Ajjarang di Jeneponto. 

Sementara itu juga ada Maudu Lompoa di Takalar,Accera Kalompoang di Gowa, Pajjukukang di Kabupaten Bantaeng,Kapal Pinisi- Tanjung Bira di Bulukumba,Festival Mappagau Sihanua di Sinjai, Pancugattarang di Barru,Tanjung Palette di Bone, Lejja di Soppeng, dan pelaksanaan Maccera Tasik di Kota Palopo. 

“Program tahun kunjungan Sulsel 2012 selain bertujuan membangkitkan kembali pariwisata Sulsel yang mati suri, juga sebagai strategi mendapat dana dari pemerintah pusat, Sulsel diharuskan membuat event yang besar,” ungkapnya. Untuk saran promosi, Pemprov Sulsel menggandeng Disbudpar Provinsi DKI Jakarta, Bali, dan Yogyakarta. Dalam program paket promosi tersebut, empat provinsi saling bersinergis. 

Dia menjelaskan, jika DKI Jakarta yang melakukan promosi,wajib ikut memperkenalkan potensi wisata Sulsel, demikian juga sebaliknya. Direktur Utama PT Debindo Mega Promo sebagai pelaksana kegiatan promosi wisata Sulsel,Jeffry T Eugene, mengatakan, pengembangan sektor pariwisata harus mendapat dukungan semua stakeholder yang ada, terutama sektor swasta,untuk ikut berperan dalam promosi wisata. 

Kendati demikian,aksi demonstrasi di Makassar cukup mengganggu pencitraan pariwisata Sulsel. “Kesiapan infrastruktur yang bagus akan menunjang percepatan pengembangan sektor pariwisat, dan mendorong sektor tersebut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah,” paparnya di Makassar, kemarin. Acara peluncuran program gebyar promosi pariwisata Sulsel akan dilakukan Gubernur Sulsel SyahrulYasin Limpo. (Harian Seputar Indonesia/ 11 Maret 2010)

Minggu, 13 November 2011

ACARA MACCERA' TASI'

SYNOPSIS ACARA “PESTA LAUT”
(MACCERA TASI)
Acara “Pesta Laut” atau Maccera Tasi “ adalah salah satu manifestasi Budaya Luwu mengenai hubungan antara ummat manusia dengan “Yang Maha Pencipta” maupun dengan seluruh makhluk hidup dan lingkungan hidupnya di alam ini.
Dalam Mythologie I La Galigo disebut bahwa pada masa paling awal (In Illo Tempora), bumi atau “atawareng” ini dalam keadaan kosong dan mati. Tidak ada satupun makhluk hidup yang berdiam dimuka bumi. Keadaan itu digambarkan oleh naskah I La Galigo bahwa tidak ada seekor burungpun  yang terbang diangkasa dan tidak ada seekor semutpun yang melata diatas muka bumi ini, serta tidak ada seekor ikanpun yang berenang di dalam lautan dan samudra.
Atas usul dari para menteri-menterinya yaitu Balasaariu, Ruma` Makkompong, Sanggiang Pajung, Rukelleng Poba, dan setelah melalui suatu musyawarah antara seluruh Dewa-Dewa Penguasa dari seluruh lapisan alam ini baik dari “ Boting Langi” atau Khayangan maupun dari “Toddang Toja” atau dasar samudra yang ketujuh, maka TopalanroE atau Yang Maha Pencipta memutuskan akan menciptakan kehidupan dimuka bumi atau atawareng ini, dengan tujuan agar kelak mereka akan mengucapkan do`a memohon keselamatan bila mereka ditimpa bencana dan malapetaka dan atau mengucapkan “Doa Syukur” bila mereka mendapat rahmat dan rejeki dari Yang Maha Esa.
Demikianlah maka acara Pesta Laut atau Maccera Tasi ini adalah salah satu acara mengucapkan Doa Syukur atas nikmat dan rejeki dari hasil laut yang melimpah sebagai karunia dari Yang Maha Pencipta.
Acara ini dilakukan ditepi pantai tepat pada garis pantai pada saat pasang surut yang terjauh. Dan merupakan batas pertemuan antara dua lingkungan hidup atau ekologi yaitu pertemuan antara habitat daratan dengan habitat lautan.
Di dalam acara ini hubungan fungsional antara setiap mahluk hidup, baik manusia maupun Flora dan Fauna, dengan seluruh isi alam ini akan di tata kembali dan akan ditempatkan pada proporsi yang sebenarnya secara harmonis, atau mengikuti ketentuan-ketentuan adat yang sakral, yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Pencipta sebagai suatu hukum alam yang harus dipatuhi.
Dengan demikian diharapkan akan terhindar dari timbulnya Chaos atau kekacauan dan akan terciptalah  kosmos atau keteraturan yang serasi, sehingga terciptalah keseimbangan atau equilibrium abadi di ala mini yang merupakan manifestasi yang hakiki dari existensie Allah Subhana Wa Ta'ala.
Tanpa merubah essensi dari acara “Maccera Tasi” atau Pesta Laut seperti tersebut diatas, maka setelah kedatangan Islam, aqidah maupun ritualnya telah disesuaikan dengan Aqidah dan Syariat Islam, sesuai dengan kaidah adat Luwu yang mengatakan
“ Pattuppui ri – Ade'E, Mupasanrei ri – Syara'E", yang secara bebas berarti bahwa setiap tindakan dan kegiatan harus selalu didasarkan pada adat dan disandarkan pada syariat agama Islam.
Acara ini dimulai di pagi hari pada saat matahari terbit, dengan harapan semoga rejeki kita akan senantiasa naik seperti matahari pagi yang sedang naik diufuk timur. Iring-iringan perahu menuju ke Ance atau Menara Upacara yang didirikan di atas permukaan laut.
Perahu tumpangan “Pua` Puawang” yang membawa “ Sebbu Kati” (Sajian) berada di depan diikuti oleh Pincara Datu Luwu dan Puang Ade atau Pemangku Adat. Kemudian disusul oleh perahu-perahu yang membawa “Rakki” atau santapan yang diletakkan di dalam usungan yang dihiasi, yang masing-masing di bawa oleh setiap kelompok masyarakat nelayan dari setiap Desa-Desa Pantai. Sesudah itu menyusul perahu-perahu nelayan yang ikut memeriahkan acara itu.
Pada Waktu iring-iringan perahu tiba di Ance, maka Pincara Datu Luwu dan Puang Ade diikuti oleh perahu-perahu pembawa rakki dan perahu-perahu nelayan langsung mengambil tempat di tepi pantai. Sementara itu Perahu Pua’ Puawang yang membawa Sebbu Kati mengitari Ance’ sebanyak tiga kali.
Seperangkat alat-alat pertanian seperti cangkul, bajak , dll turut dibawa dalam Perahu Pua’ Puawang, yang merupakan Simbol keikut sertaan Komunitas Petani dalam acara Pesta Laut itu.
          Jadi acara Pesta Laut ini juga berfungsi mengintegrasikan komunitas nelayan yang berdiam di daerah pesisir, dengan komunitas petani yang berdiam di daerah daratan/pegunungan di dalam suatu acara berdoa dan bersyukur kepada Allah Yang Maha Pengasih secara kolektif.
Kemudian dilakukan acara “Massorong Sebbu Kati” atau menyerahkan sajian sebagai tanda syukur dan sekaligus merupakan doa kolektif dari masyarakat nelayan serta masyarakat petani bersama-sama yang dilakukan oleh Pua’ Puawang.
Acara ini diakhiri dengan melepaskan seekor ikan dalam keadaan hidup yang lebih dahulu telah diberi makanan secuil emas murni yang merupakan perlambang “Penghormatan” kepada biota laut dan lingkungan hidupnya.
Sesudah itu diucapkan doa ucapan  syukur di atas Ance’ atau menara upacara, yang diucapkan oleh Pua’ Puawang sambil didampingi oleh seorang gadis yang belum aqil balig ( tennawettepa  dara ) yang berpakaian adat lengkap ( mabbulaweng ) yang melambangkan ketulusan dan kesucian niat dari pelaksanaan acara Pesta Laut atau Maccera Tasi tersebut.
Acara ini diakhiri dengan Pembacaan Doa oleh Pemuka Agama (Parewa Sara’). Dengan demikian maka acara “Pengucapan Syukur” telah dianggap selesai.
          Selanjutnya dilakukan acara  “Mappangngolo Rakki”  atau menyerahkan suguhan. Dalam acara Mappangngolo Rakki ini para pemangku-pemangku adat dari masyarakat Desa-Desa Pantai bergiliran menyerahkan sepiring nasi ketan empat warna (Sokko Patanrupa) dan sepasang ayam panggang yang utuh kehadapan Datu Luwu dan Puang Ade. Nasi ketan empat warna melambangkan keempat unsur alam yang utama yaitu : tanah , api, air dan angin, yang juga melambangkan unsur-unsur penting dari  tubuh manusia yaitu : tulang, daging, darah dan napas.
Sebutir telur di atas nasi ketan tersebut melambangkan kesatuan ala mini di dalam keesaan Yang Maha Kuasa.
Sepasang ayam panggang melambangkan partisipasi dan keikutsertaan dari semua lapisan masyarakat.
          Setelah Datu Luwu dan Puang Ade menerima satu demi satu persembahan itu, maka salah seorang Pemangku Adat yaitu Opu Ande Guru Attoriolong membagi santapan dari setiap rakki tersebut (lise rakki) kepada para Puang Ade dan para Undangan atau pada yang hadir.
Kalau ada dua atau lebih komunitas nelayan yang pernah bersengketa sepanjang tahun lalu, maka biasanya Opu Ande Guru Attoriolong atas nama Datu Luwu memerintahkan agar kedua komunitas nelayan tersebut saling menukar “ Rakki” untuk disantap secara bersama-sama. Dengan demikian kedua komunitas nelayan tersebut dianggap sudah saling maaf memaafkan. Karena dalam budaya Luwu kalau ada dua pihak telah saling memakan makanan atau saling meminum airnya tidak lagi ada saling sengketa atau niat buruk antara mereka.
          Jadi acara itu juga berfungsi sebagai sarana “ Rekonsiliasi” (saling memaafkan) untuk menciptakan suasana harmonis di dalam masyarakat.
          Selanjutnya seluruh hadirin dan masyarakat bersuka ria, makan dan minum sambil mandi-mandi di air laut atau mengikut permainan-permainan rakyat berupa lomba perahu dan lain-lain, sampai masing-masing merasa puas.
          Demikianlah secara singkat Sinopsis dari Acara Pesta Laut " Maccera' Tasi' ", dan foto atau gambar dari kegiatan Maccera' Tasi', dapat disaksikan seperti di bawah ini :















































Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More